Semua orang pasti ingin mencari jati dirinya sendiri, biasanya mereka memiliki impian untuk menemukannya. Aku pun sama, tapi aku saja tidak tau apa impianku. Bagaimana caraku untuk menemukan jati diriku sendiri jika tidak punya impian, ya? Di bawah pohon rindang pinggir lapangan sekolah tempat favoritku untuk merenung, disertai angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Aku bertanya pada diriku sendiri, namun tetap saja aku tak bisa menemukannya. Namaku Andre Ahmadi, seorang siswa kelas 11 SMA yang berusaha menemukan impiannya. Hah, entahlah. Ternyata memutuskan impian sendiri itu susah, ya. Tapi, kenapa baru sekarang aku memikirkannya? Mungkin, agar aku siap menentukan jalanku saat dewasa nanti. Aku memang sering ikut Olimpiade Matematika, tapi aku tau untuk menjadi yang pertama itu sangat sulit makanya aku rasa itu bukan impianku. Menjadi komikus, aku rasa juga bukan karena gambaranku biasa saja. Kira-kira apa, ya... Di saat aku sedang berpikir keras, aku diganggu oleh seseorang. "Andr...
Aku menyukainya, dia baik, perhatian, dan tentu saja tampan. Aku merasa beruntung karena telah dipilihnya untuk menjadi partnernya, apakah ini yang disebut takdir? Aku dulunya hanya seekor kucing liar biasa. Aku tidak tau kenapa dia memilihku, padahal banyak kucing lain yang lebih baik dariku. Ya, aku hanya bisa bersyukur. Pemilikku namanya Liam, sementara aku. "Kara~!" Itulah, namaku. Tuan Liam sangat pandai dalam berbagai hal, aku pernah mendengar dia sering mendapat peringkat tinggi di kelasnya. Selain itu, ia juga pandai dalam bermain gim dan suaranya sangat bagus~♡! Ia sering mengekspresikan dirinya lewat lagu, ketika ia bernyanyi aku seperti teebawa arus nyanyiannya hingga ingin tenggelam baik lagu sedih atau senang. Tidak heran banyak yang menyukainya dan secara tidak sengaja banyak perempuan mendekatiku. "Aku tidak menyukainya-_-" Itulah yang ada di pikiranku ketika para perempuan itu mengelus kepalaku dengan tujuan tuan Liam melihatnya. Walaupun begitu, ...