"Good, Cool, Pack."
Itulah yang dikatakan Hiiragi Ibuki dalam sebuah drama Jepang 3 Nen A Gumi. Sejak mengetahui itu, aku mencoba menerapkannya pada diriku sendiri dan orang lain.
Panggil saja aku Wika, karena kesukaanku dengan Jepang orang-orang jadi memanggilku "WIbu garis KerAs". Aku tak masalah dengan itu, asalkan mereka tidak keberatan jika aku mendekati mereka.
Kelas 9.1 adalah kelasku, kami kedatangan Siswa baru. Dia pintar, namun karena sikapnya yang ceroboh ia dibully di sekolah lamanya. Aku mengenalnya, dia tidak suka denganku yang seorang wibu. Namanya, Abu.
Abu menjadi pendiam, ketika ada temanku yang mendekatinya dia marah. Membuat teman-teman ku tidak ada yang berani mendekatinya. Aku pun mencoba mendekatinya.
Di saat ia duduk sendirian di bangkunya ketika jam pulang sekolah, aku mendekatinya dari belakang. Aku ingin menepuk pundaknya dan memulai pembicaraan santai, namun ia menyadari kedatanganku sembari berkata, "Apa yang ingin kau lakukan, wibu?" Aku yang sedikit marah, menjawabnya "Aaa, Teman-teman berusaha mendekatimu lho. Kenapa kamu menolaknya?" Abu menjawab dengan wajah datar. "Untuk apa? Aku sudah tidak butuh orang untuk membully ku. Termasuk kau."
Kemudian, kami melanjutkan pembicaraan. Aku duduk di bangku sebelah mejanya, sambil terus berusaha merubah pikirannya.
"Kalau boleh tau, kenapa kau bisa dibully?"
"Kau tetanggaku, tapi tidak tau kenapa?"
"A..., aku tidak mengikuti gosip."
"Ck, kenapa aku harus berbicara denganmu."
"Mungkin, aku bisa membantumu."
"Hah... Aku di sekolah lamaku sangat diandalkan, hingga saat aku kelas 8 aku menjadi Ketos. Aku merasa sangat senang, tapi juga bingung karena aku sadar aku payah. Suatu hari aku dan anggota OSIS yang lain bertanggung jawab untuk mensukseskan acara Harlah sekolahku, saat itu aku terlambat. Akibatnya, semua yang telah disiapkan jadi berantakan. Walau kami berhasil menyelesaikannya tepat waktu, tapi salah satu anggotaku merasa aku tidak bisa mambagi tugas dengan baik dan mengganggap aku ceroboh karena terlambat. Dia pun menambahi, "Sang jagoan ternyata tidak bisa apa-apa ketika menjadi Ketos, memangnya apa gunanya hari itu kau mencalonkan diri? Lebih baik aku saja yang terpilih." Karena aku yang kelelahan, tak bisa berpikir dengan jernih. Aku termakan oleh emosiku, lalu memicu keributan. Sejak saat itu, aku dibully karena tidak bisa mencontohkan dengan baik sebagai Ketos. Setelah pemilihan Ketos baru dan masa jabatan ku selesai, aku pindah dan ingin menghirup udara baru. Eh, malah ketemu kamu. Entah kenapa aku menjadi sudah bergaul, mungkin karena gosip tentangku sudah menyebar di sini."
Setelah mendengar ceritanya tadi, aku berusaha memberikan solusi, "Hei, tau arti Good, Cool, Pack?" Ia menjawab, "Bagus, keren, pak?" Aku tertawa kecil, "Bukan, untuk menemukan sesuatu yang penting, Good adalah saat tubuhmu diam, Cool saat menggunakan kepala, dan Pack adalah jawaban semuanya. Itu yang aku pelajari dari dorama."
Abu yang seperti tersadarkan tertawa kecil, "Apa itu?" Aku terkejut melihat Abu tertawa, "Wah... Kau tertawa." Abu membalas dengan senyuman.
"Kau tau, Abu? Aku sekarang bila ingin melakukan sesuatu, aku akan mengingat kata-kata itu terlebih dahulu. Setelah itu, memikirkan bagaimana kedepannya. Terus, buat masalah susah bergaulmu itu. Mau mulai dari mereka?" Aku menunjuk 5 orang temanku yang dari tadi menguping di depan pintu kelas.
Teman-temanku yang ketahuan, terkejut. Lalu, aku menyuruh mereka menemui Abu. Syukurlah, Abu menerima mereka dengan baik. Abu akhirnya memperbaiki sikapnya dan berusaha menjadi lebih baik lagi. Begitu pula aku, kamu, dan yang lain.
-TAMAT-
Komentar
Posting Komentar